Rabu, 02 November 2011

Resume 8

Network Service, Arsitektur dan Komunikasi Data
Pengertian Network
Jaringan (network) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung yang mana terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya seperti: kabel, switch, HUB, router, dll yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Jenis Network Service 
Terdapat empat jenis network service:

   1. User management
       terdiri dari berbagai macam layanan, dari pembuatan user name dan password sampai dengan alokasi hak rights, privileges, dan access.Sebagai contoh, jika terdapat seorang karyawan baru, maka network administrator perlu membuatkan sebuah akun baru (dengan hak akses yang telah ditentukan) untuk dapat mengakses jaringan.

    2.  Email 
      merupakan salah satu tipe network service yang mungkin telah seringkali Anda gunakan. Dengan menggunakan layanan email, Anda dapat berkomunikasi – berkirim pesan dengan pengguna jaringan lainnya secara mudah

 3. Shared printing
akan memungkinkan Anda untuk berbagi penggunaan printer pada jaringan, sehingga semua pengguna jaringan memiliki akses pada printer yang sama.

4. System administratio
Merupakan  kemampuan untuk mengontrol semua workstation dari sebuah lokasi pusat. Tanggung jawab system administration dipegang oleh seseorang yang memiliki predikat sebagai network administrator


Protokol komunikasi komputer
          Aturan-aturan dan perjanjian yang mengatur pertukaran informasi antar komputer melalui suatu medium jaringan mendefinisikan Syntax : susunan, format, dan pola bit serta bytes. Semantics : Kendali sistem dan konteks informasi (pengertian pola bit dan bytes). Suatu sistem komunikasi data yang kompleks tidak menggunakan satu protocol. Menggunakan sekelompok protokol (protocol suite /protocol familiy). Mengapa perlu protocol suite? Menangani beragam masalah yang timbul ketika mesin berkomunikasi melalui suatu jaringan data Hardware failure, Network congestion, Packet delay or loss, Data corruption, Data duplication or inverted arrivals. Akan sulit membuat satu protokol tunggal yang menangani masalah-masalah di atas

B.   Open System Interconnection (OSI) Reference Model
Dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 1984. Model referensi OSI adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, masing-masing layer mempunyai fungsi tertentu. Setiap layer adalah self-contained à fungsi yang diberikan ke setiap layer dapat diimplementasikan secara independent àUpdating fungsi suatu layer tidak akan mempengaruhi layer yang lain. OSI memungkinkan interkoneksi komputer multivendors.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggCgLCDYgP4fSrkhkWUCfGT93tQe-dE5uQYnQntSTyAipVbHbeAaz0rPviNVA3OlMHkYYKZEj09mfQdhMmgBDk0qDD6KYOtsq-RUfDk6pJMLBP5VJDc_lleRkPsW36l0XHO01qRoI7FO0V/s200/images+%25281%2529.jpg

C.   Interaksi antar layer OSI

·         Interaksi dengan layer di atasnya
·         Interaksi dengan layer di bawahnya
·         Interaksi dengan layer peer di sistem yang berbeda


D.   Physical Layer
Mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik . Prosedural : pengkodean bit untuk transmisi, full-duplex atau half-duplex, prosedur untuk memulai dan menghentikan transmisi. Mendeteksi dan melaporkan status saluran dan error (misal : adanya collision). Karakteristik elektris : level tegangan, timing, redaman yang diperbolehkan . Karakteristik mekanik : ukuran dan bentuk konektor, jumlah pin, tipe kabel dan spesifikasinya .Contoh : RS232C

E.   Data Link Layer
Medium access control (MAC): Menyediakan aliran data yang bebas kesalahan bagi network layer, mendeteksi/mengoreksi kesalahan akibat transmisi. Menerima data dari layer yang lebih atas dan merubahnya menjadi aliran bit untuk ditransmisikan oleh layer fisik. Pada proses penerimaan, merubah aliran bit menjadi frame. Menambahkan kode untuk sinkronisasi, deteksi kesalahan . Menyediakan mekanisme untuk menangani kehilangan (lost), kerusakan, atau duplikasi frame. Pengalamatan fisik

F.    Network Layer
Fungsi : Merutekan paket , Mengendalikan kongesti , Melaksanakan internetworking. Contoh: Open Shortest Path First (OSPF), Routing Information Protocol (RIP), dsb.

G.   Transport Layer
Menerapkan layanan transport data andal yang transparan terhadap upper layers . flow control, multiplexing, manajemen virtual circuit, serta error checking & error recovery. End-to-end. Contoh : Transmission Control Protocol (TCP), Name Binding Protocol (NBP), OSI transport protocol

H.   Session Layer
Membentuk, me-manage, dan memutuskan session komunikasi antara entitas presentation layer . Session komunikasi terdiri atas permintaan layanan (service request) dan tanggapan layanan (service response) yang terjadi antara aplikasi yang berlokasi pada device jaringan yang berbeda . Contoh : CCITT X.225

I.     Presentation Layer
Fungsi pengkodean dan konversi untuk data dari application layer à menjamin data yang berasal dari application layer suatu sistem dapat dibaca oleh application layer  di sistem yang lain. Contoh : Format representasi data: EBDIC, ASCII, Skema kompresi : QuicTime, MPEG, Enkripsi

J.    Application Layer
Layer OSI yang paling dekat dengan end user . Berinteraksi dengan aplikasi perangkat lunak yang menerapkan suatu komponen untuk berkomunikasi . Fungsi : Menentukan partner komunikasi , Menentukan ketersediaan resource , Sinkronisasi komunikasi . Contoh : Telnet, FTP, SMTP (TCP/IP suit), OSI Common Management Information Protocol (CMIP)

K.   Internet (TCP/IP) protocol stack
·         application: mendukung aplikasi jaringan ( ftp, smtp, http)
·         transport: transfer data antar aplikasi  (tcp, udp )
·         network: merutekan datagrams dari sumber ke tujuan (ip, routing protocols)
·         link: transfer data antar elemen jaringan (ppp, ethernet )
·         physical: pengiriman bit-bit pada medium transmisi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfZ19u6fs4PvTpxN4VrenubXjBLVrFZuhLhjvrAPE7EljjP51930hzVVzg6TTEug6QcNgtT18mkcNIS2ERcsWk3oORQYSYo28aI9m-tgD0hGXh-U9IhYDrIYKIz0COS0OrN5DkgJi8rzo2/s1600/b.JPG


L.    Layering: logical communication
Setiap layer: terdistribusi , Setiap entitas menerapkan fungsi layer pada setiap node, Setiap entitas melakukan pertukaran messages dengan peer-nya . Layering: logical communication . Mis.: transport . Menerima data dari aplikasi . Menambahkan pengalamatan, dan mekanisme pengujian sehingga terbentuk “datagram”.  Mengirimkan datagram ke peer layer. Menunggu ack dari peer.
sumber:

Resume 9

MODEL JARINGAN 7 OSI LAYER

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:

Model OSI
tujuan utaman penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 Layer, dengan karakteristtik dan fungsintya masing masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui sederetan protocol dan standar.

7th
- Layer : Application
Services
6th
- Layer : Presentation
Services
5th
- Layer : Session
Communications
4th
- Layer : Transport
Communications
3rd
- Layer : Network
Communications
2nd
- Layer : Data-link
Physical connections
1st
- Layer : Physical
Physical connections
Tabel MODEL OSILayer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuDF46IwwpTET00JXFmBDD1tCsPULxS4G5MRaaGsFqC7JQuDGRc60iN3AMFskXA9rxXfjjk-slsf3uKmR16r3YKXhtTZE85uj8o3B0D-5i8d26eCyV3rmY_cNFtAxpjG9Lbp4Y-FCDBA4V/s320/7layers.gif
Fungsi masing-masing dari tiap layer pada OSI :

1. Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

2.  Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

 3. Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

4. Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

5. Network
Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

6. Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

7. Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Resume 1

PENGKODEAN,SINYAL DAN DATA PADA DATA ANALOG DAN DIGITAL
Pengertian  Penkodean
        Pengkodean karakter atau kadang  disebut penyandian karakter, terdiri dari kode yang memasangkan karakter berurutan dari suatu kumpulan dengan sesuatu yang lain. Seperti urutan bilangan natural, octet atau denyut elektrik.Sehingga Pengkodean Adalah Pengambaran dari satu set sandi menjadi set sadi yang lain.
Teknik Pengkodean Yang biasa digunakan Diantaranya sebagai berikut:
       1.ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
          Dengan ciri-cirinya: Standar ini paling banyak digunakan
   Merupakan sandi 7 bit
  Terdapat 128 macam symbol yang dapat diberi sandi ini
  Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10 atau 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas, 1 atau 2  bit akhir  
       2. Sandi Baudot Code (CCITT alphabet No.2 / Telex Code)
         Dengan ciri-cirinya:
Terdiri dari 5 bit
Terdapat 32 macam symbol
Digunakan dua sandi khusus sehingga semua abjad dan angka dapat diberi sandi yaitu:
                                1. LETTERS (11111)
                                2. FIGURES (11011)
  Tiap karakter terdiri dari: 1 bit awal, 5 bit data dan 1 bit akhir
        3. Sandi 4 atau 8
Sandi dari IBM dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah “0”
Terdapat 70 karakter yang dapat diberi sandi ini
 Transmisi asinkron membutuhkan 10 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir
    4. BCD (Binary Coded Decimal)
 Terdiri dari 6 bit
 Terdapat 64 kombinasi sandi
Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit, yaitu: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir
     5. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)

 Sandi 8 bit untuk 256 karakter
 Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.  Teknik Pengkodean Data dan Modulasi



  bentuk x(t) tergantung pada teknik pengkodean dan dipilih yang sesuai dengan karakteristik media transmisi. Gambar 2.1(a) menjelaskan tentang pensinyalan digital, suatu sumber data g(t) dapat berupa digital atau analog, yang di-encode menjadi suatu sinyal digital x(t) dan Gambar 2.1(b) menjelaskan tentang pensinyalan analog, input sinyal m(t) dapat berupa analog atau digital dan disebut sinyal pemodulasi atau sinyal baseband, yang dimodulasi menjadi sinyal termodulasi s(t). Dasarnya adalah modulasi sinyal carrier yang dipilih sesuai dengan media transmisinya.
 Ada empat kombinasi hubungan data dan sinyal, yaitu:

1. Data digital, sinyal digital
      Perangkat pengkodean data digital menjadi sinyal digital lebih sederhana daripada perangkat modulasi digital-to-analog. Data digital merupakan data yang memiliki deretan data yang memiliki ciri-ciri tersendiri. Salah satu contoh data digital adalah teks. Permasalahannya adalah data tersebut tidak dapat langsung ditransmisikan dalam sistem komunikasi. Data tersebut harus terlebih dahulu diubah dalam bentuk biner.
         Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary atau digital ditransmisikan dengan mengkodekan bit-bit data kedalam elemen-elemen sinyal.

       Faktor kesuksesan penerima dalam mengartikan sinyal yang datang: 
Ratio Signal to Noise (S/N) : peningkatan S/N akan menurunkan bit errorrate.
Kecepatan data (data rate) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error rate (kecepatan error pada bit)
 Bandwidth : peningkatan bandwidth data meningkatkan data rate
Hubungan ketiga faktor tersebut adalah:


 Kecepatan data bertambah, maka kecepatan error pun bertambah, sehingga memungkinkan bit yang diterima error.
Kenaikan S/N mengakibatkan kecepatan error berkurang.
Lebar bandwidth membesar yang diperbolehkan, kecepatan data akan bertambah.
2. Data analog, sinyal digital
Konversi data analog ke bentuk digital memungkinkan pengguna perangkat transmisi dan switching digital.Transformasi data analog ke sinyal digital, proses ini dikenal sebagai
digitalisasi. 


Tiga hal yang paling umum terjadi setelah proses digitalisasi adalah:
1.  Data digital dapat ditransmisikan menggunakan NRZ-L.
2.  Data digital dapat di-encode sebagai sinyal digital memakai kode NRZ-L.
     Dengan demikian, diperlukan step tambahan
3.  Data digital dapat diubah menjadi sinyal analog, menggunakan salah satu
     teknik modulasi
Codec (Coder-decoder) adalah device yang digunakan untuk mengubah data analog menjadi bentuk digital untuk transmisi, yang kemudian mendapatkan kembali data analog dari data digital tersebut.

Dua teknik yang digunakan dalam codec adalah:
1. Pulse Code Modulation
Dari teori sampling diketahui bahwa frekuensi sampling (fS) harus lebih besar atau sama dengan dua kali frekuensi tertinggi dari sinyal (fH), fS ≥ 2 fH. Sinyal asal dianggap mempunyai bandwidth B maka kecepatan pengambilan sampel yaitu 2B atau 1/2B detik. Sampel-sampel ini diwakilkan sebagai pulsa-pulsa pendek yang amplitudo nya proporsional terhadap nilai dari sinyal asal. Proses ini dikenal sebagai pulse amplitude modulation (PAM). Kemudian amplitudo tiap pulsa PAM dihampiri dengan n-bit integer, sehingga dihasilkan data PCM. Sedangkan pada receiver, prosesnya merupakan kebalikan dari proses diatas untuk memperoleh data analog.gambar PCM 

 Pada Block Diagram ini dapat dilihat bagaimana proses dari data analog menjadi sinyal digital.


3. Data Analog, Sinyal Analog
Alasan dasar dari proses ini adalah diperlukannya frekuensi tinggi untuk transmisi yang efektif. Untuk transmisi unguided, hal tersebut tidak mungkin untuk mentransmisi sinyal-sinyal baseband dan juga antena-antena yang diperlukan akan menjadi beberapa kilometer diameternya, modulasi mendukung frequency-division multiplexing.
Teknik Modulasi memakai data analog adalah:


1. Amplitude Modulation (AM)
Modulasi ini menggunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana frekuensi dan phasenya tetap, amplitudo yang berubah. AM adalah modulasi yang paling mudah, tetapi mudah juga dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.


2. Frequency Modulation (FM)
Modulasi ini menggunakan sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana amplitudo dan phasenya tetap, frekuensi yang berubah. Kecepatan transmisi mencapai 1200 bit per detik. Untuk transmisi data sistem yang umum dipakai FSK.


3. Phase Modulation (PM)
Modulasi ini menggunakan perbedaan sudut phase sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana frekuensi dan amplitudo tetap, phase yang berubah. Cara ini paling baik, tapi paling sukar, biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah besar yang banyak dan kecepatan yang tinggi.

 4.Data Digital, Sinyal Analog
Transmisi data digital dengan menggunakan sinyal analog. Contoh umumyaitu public telephone network. Device yang dipakai yaitu modem (modulatordemodulator) yang mengubah data digital ke sinyal analog (modulator) dansebaliknya mengubah sinyal analog menjadi data digital (demodulator).

Resume 2

Komputer Dan NIC(Network Interface Card)

KOMPUTER
Definisi Komputer : Suatu Perangkat Elektronik yang mampu menerima masukan(Input),melakukan pengolahan data(Proses) dang mengeluarkan/menghasilkan Keluaran(Output
PERANGKAT KOMPUTER
A.  Perangkat Keras Komputer
Hardware atau perangkat keras adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.

1.       Input Device (Unit Masukan  )
Input Device adalah unit yang  berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan.Contohnya:  Scanner,keyboard,dll
1.       unit Pemrosesan (Process device)

Unit ini berguna sebagai Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data-data yang diinputkan oleh oleh user.contohnya RAM,Power Suplay dll


Perbedaan Processor antar Generasi
Perbedaan Clock Speed.
Perbedaan Besar Canche Size.
Banyaknya Core dalam suatu processor.
Processor Baru ( Generasi Ke 8 ) lebih sedikit mengkonsumsi Daya Listrik.
Perbedaan pada banyaknya Bus system dan Bus Address

1.       Output device ( Unit keluaran )

Output Device merupakan Perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan dari Komputer.
1.       unit tambahan (Periferal)
PERANGKAT LUNAK KOMPUTER
Perangkat Lunak (software) merupakan suatu program yang dibuat oleh pembuat program untuk  menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data.
Perangkat lunak komputer berfungsi untuk :
Mengidentifikasi program
Menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer terkontrol.
Mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.
Macam-macam Perangkat Lunak
Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
Sistem Operasi (Operating System),
Program Aplikasi (Application Programs),
Bahasa Pemrograman (Programming Language),
Program Bantu (Utility)
1.  Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Adapun fungsi utama sistem operasi adalah :

Menyimpan program dan aksesnya
Membagi tugas di dalam CPU
Mengalokasikan tugas-tugas penting
Merekam sumber-sumber data
Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan data
Memeriksa kesalahan sistem
Multitugas pada OS/2″, Windows ’95″, Windows ’98″, Windows NT”, /2000/XP
Memelihara keamanan sistem,   khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi (password) dan penggunaan ID
Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk operating System (DOS), Microsoft Windows, Linux, dan Unix.
2.  Program Aplikasi (Aplication Programs)
Program Aplikasi adalah  perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya program  pengolah kata, mengelola lembar kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.
3. Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur tertentu, agar diterima oleh komputer.
Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :

Bahasa tingkat rendah (low level language)
Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.

Bahasa tingkat tinggi (high level language)


Bahasa generasi keempat (4 GL)
Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang berorientasi   pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++
4. Program Bantu (Utility)
Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, misalnya memformat disket, mengopi data, mengkompres file, dan lain-lain.
Contoh software ini diantaranya :

Norton Utility
Winzip
Norton Ghost
Antivirus
  BRAINWARE

Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer/ sistem pengolahan data. Brainware merupakan sumber inspirasi utama bagi terbentuknya suatu sistem komputer.
Menurut tingkat pemanfaatan terhadap komputer,  Brainware digolongkan dalam empat tingkatan dimulai dari tingkatan yang tertinggi:
a. System Analyst: Penanggung jawab dan perencana sistem dari sebuah
    proyek  pembangunan  sebuah  sistem  informasi  khususnya  yang memanfaatkan komputer
b. Programmer : Pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang dirancang
c. Administrator : Seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem operasi  dan  program-program  yang  berjalan  pada  sebuah sistem/jaringan komputer
d. Operator : Pengguna  biasa,  hanya  memanfaatkan  sistem komputer yang sudah ada

NETWORK CARD (NIC)
Pendahuluan
Network Interface Card (NIC) sering disingkat Network Card.NIC adalah bagian hardware komputer yang dirancang agar komputer dapat berkomunikasi dalam jaringan komputer .Merupakan perangkat layer 1 dan layer 2 dalam OSI layer
Sejarah Network Card
   Ditemukan oleh Robert Metcalfe pada tahun 1973 Waktu itu, beliau masih bekerja di Xerox Dia merupakan lulusan MIT dan melanjutkan ke Harvard Merupakan salah satu pendiri perusahaan 3Com
Fungsi Network Card
Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan
Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel
Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer
Bus
Bus adalah rangkaian/jalur (printed circuit) listrik dimana data ditransmisikan
Ada 2 jenis bus, yaitu:
Local bus (processor bus)
Expansion bus (AT bus)
Jenis Bus untuk NIC
Ada beberapa jenis standar bus jika NIC dihubungkan dengan motherboard, yaitu:
ISA
PCI
PCMCIA
Jenis Bus

ISA
Singkatan dari Industry Standard Architecture
Dulu, bus jenis ini digunakan pada IBM PC
Data ditransfer menggunakan jalur 8 bit
Bekerja dalam CPU jenis 8086 dan 8088
Memiliki kecepatan 8 Mbps
Digunakan pada printer, modem, sound card


PCI
Singkatan dari Peripheral Component Interface
Dapat melakukan transfer data 32 bit dalam satu waktu
Sudah mendukung teknologi plug and play terbaru
PCI sebenarnya digunakan untuk meningkatkan kecepatan grafis


PCMCIA
Singkatan dari Personal Computer Memory Card International Association
Ditujukan untuk laptop dan notebook
PCMCIA v1.0 merupakan standar untuk memory card
PCMCIA v2.0 sudah digunakan untuk modem, disk drive, dan network card
NIC untuk Wired Network

Jenis kabel
Kecepatan Jaringan
NIC untuk Wired Network

Jenis kabel
BNC Connector
Berbentuk silinder, dengan 2 prongs untuk menghubungkan
Terbuat dari tembaga
Menggunakan T-connector jika dihubungkan dengan network adaptor
BNC Connector
NIC untuk Wired Network (con’t)

Jenis kabel
RJ-45 Connector
Seperti kabel telepon biasa, tetapi bentuknya lebih besar
NIC untuk Wired Network (con’t)

Jenis kabel
UTP (unshielded twisted-pair)
Kabel yang digunakan untuk pengaturan jaringan 10BaseT/100BaseTX
NIC untuk Wired Network

Kecepatan Jaringan
Ethernet
Merupakan teknologi pertama LAN
Kecepatan hanya 10 Mbps
Sudah jarang digunakan
NIC untuk Wired Network

Kecepatan Jaringan
Fast Ethernet
Kecepatan sudah mencapai 100 Mpbs
NIC untuk Wired Network (con’t)

Kecepatan Jaringan
Gigabit Ethernet
Beroperasi pada kecepatan 1.000 Mpbs
Ada 2 standar, yaitu 802.3z untuk jaringan berbasis fiber optik dan 802.3ab untuk jaringan berbasis twisted pair
NIC untuk Wireless Network

Ada 3 standar yang digunakan, yaitu:
802.11a wireless networking
Frekuensi 5 GHz, kecepatan 54 Mbps
Biaya mahal, untuk file-file yang besar
802.11b wireless networking
Frekuensi 2,4 GHz, kecepatan 11 Mbps
Interferensi dengan perangkat lain
802.11g wireless networking
Frekuensi 2,4 GHz, kecepatan 20 Mbps
Interferensi, throughput lebih dari 802.11b
Prinsip Kerja Network Card

Paket
Prinsip Kerja Network Card

Menggunakan protokol Carrier Sense Multiple Access With Collision Detection (CSMA/CD) untuk mengirim paket
Dalam pengiriman data sering terjadi “collision”
Prinsip Kerja Network Card

Topologi jaringan
Star
Bus
Prinsip Kerja Network Card

Perbedaan Hub dan Switch
Setting Network Card

Ada beberapa konfigurasi:
Interrupt Request Line (IRQ) : line hardware yang digunakan untuk mengirimkan servis request ke CPU
Base I/O Port Address : channel untuk aliran data antara NIC dan CPU
Base Memory Address : lokasi memory (buffer) yang digunakan oleh NIC
DMA Channel : channel untuk NIC mengakses memory tanpa perlu melalui CPU
Transceiver type : transmit/receive setting, bergantung jenis pengkabelannya.
IRQ

IRQ diberikan dengan prioritas
Hanya 1 perangkat yang bisa diberikan untuk IRQ line tertentu. Jika tidak, akan terjadi IRQ conflict
Dua perangkat bisa membagi (share) IRQ line, tetapi tidak bisa menggunakan secara bersamaan
Base I/O Port

Tiap I/O perangkat harus memiliki port unik/lokasi memori
Tujuannya agar perangkat lain bisa saling berkomunikasi
Base Memory Address

Memory space disediakan sebagai buffer untuk menyimpan data yang masuk dan keluar
Tidak semua NIC memerlukan base memory address karena mereka tidak bertukar data dengan CPU melalui lokasi shared memory
Transceiver

Merupakan perangkat yang mentransmisikan dan menerima sinyal
Pada NIC, digunakan untuk menerjemahkan aliran data dari paralel (internal) ke serial (eksternal) maupun sebaliknya
Dapat mendeteksi error pada kabel
Merupakan bagian inti dari ethernet LAN
Normalnya, berada di dalam NIC
Pertukaran Informasi NIC dan CPU

Ada 3 cara, yaitu:
DMA Transfer
Shared System Memory
Bus Mastering
DMA Transfer

DMA controller mentransfer data secara langsung dari NIC ke lokasi memory yang disediakan pada komputer
Terdiri atas 2 line sinyal, yaitu line untuk menerima dan line untuk acknowledgement
Kekurangan dari metode ini adalah operasi CPU berhenti dan menunggu sampai transfer selesai
Kebanyakan NIC tidak menggunakan DMA karena interupsinya ke CPU
Shared System Memory

Shared memory bisa dialokasikan pada card atau pada system
Pada card, ia dipetakan ke RAM melalui base memory address dan processor merawatnya seperti lokasi memory yang lain
Pada system, processor khusus pada NIC digunakan untuk memindahkan data ke dan dari suatu lokasi memory
Bus Mastering

NIC akan membypass CPU, mengambil control ke bus sistem dan meload data secara langsung ke sistem memory tanpa interrup ke CPU
Metoda ini biasanya terdapat pada PCI bus
Kesimpulan

Network card digunakan dalam komunikasi data
Sudah banyak digunakan dalam perangkat komputer saat ini